Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
PMI laksanakan Pelatihan Transfusi Darah Bagi Perawat Rumah Sakit
Untuk meningkatkan kompetensi perawat rumah sakit dalam pelayanan darah, Unit Donor Darah (UDD) Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan pelatihan pemberian transfusi darah yang aman bagi perawat rumah sakit, Selasa (18/6) hingga Kamis (20/6) di UDD Pusat PMI, Jakarta Selatan.
Pelatihan ini berawal dari konsep keberhasilan Pelayanan Darah yang sangat ditentukan oleh kondisi dan situasi terkait donor darah sebagai penyumbang darah, UDD sebagai pelaksana penyediaan darah dan rumah sakit sebagai pelaksana pemberian transfusi darah kepada pasien. Para perawat rumah sakit berfungsi sebagai pelaksana tindakan transfusi darah di rumah sakit. Profesionalisme dari tenaga perawat sangat diperlukan terutama untuk menghindari terjadinya kesalahan reaksi transfusi yang dapat dicegah. Dari literature disebutkan bahwa transfusi darah dapat menimbulkan reaksi pada sekitar 10% dari penerima transfusi. Oleh karenanya perawat sangat memerlukan pelatihan pemberian transfusi darah agar kompetensinya sebagai salah satu tenaga pelayanan transfusi darah di RS dapat terpenuhi. Pelatihan ini diikuti oleh 34 orang peserta yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta hingga Sulawesi Tengah. Selain dari rumah sakit, ada 3 intansi Unit Donor Darah yang mengirimkan perawatnya untuk mengikuti pelatihan ini agar juga mengerti tentang pemberian pelayanan darah yang aman di rumah sakit yang dilayani langsung dari UDD PMI – nya. Dr.dr. Yuyun SM Soedarmono, M.Sc selaku Direktur UDD Pusat PMI menyampaikan tujuan umum dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi perawat rumah sakit sehingga di akhir pelatihan mereka mampu melaksanakan kegiatan transfusi darah di rumah sakit yang aman dan sesuai standar. Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama antara UDD Pusat PMI dengan PPNI (Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia) Pusat sehingga seluruh peserta yang lulus dari pelatihan ini berhak mendapatkan 2 SKP dari PPNI Pusat. Ibu Diah Hadiati, AMk, peserta dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang telah bekerja sebagai perawat selama lebih dari 20 tahun menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk diikuti oleh para perawat yang bertugas untuk melaksanakan transfusi darah di RS. Dia menambahkan selama ini belum pernah ada pelatihan yang mengajarkan tentang bagaimana melaksanakan transfusi darah yang aman baik bagi pasien maupun perawat. Menurutnya, para klinisi rumah sakit (khusunya bedah dan kebidanan) juga penting untuk mengikuti pelatihan seperti ini karena mereka berperan sebagai penentu perlu tidaknya tindakan transfusi darah dilakukan. Semoga kedepannya, PMI dapat memberikan sumbangsih lainnya terkait dengan peningkatan pelayanan kesehatan khususnya dalam penyediaan darah yang aman, berkualitas dan tepat waktu. Informasi lebih lanjut: Yuli Arinta Dewi,M.Si- KepalaBidang Diklat UDDP PMI, HP. 0813 19 650 187 Email: pmi@pmi.or.id
Sumber : www.pmi.or.id
|
Jumat, 21 Juni 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda
PMI Laksanakan Lokakarya Jangka Panjang Yansos dan Kesmas
Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan Lokakarya Penyusunan Strategi Jangka Panjang Pelayanan Sosial dan Program Kesehatan Masyarakat di Hotel Ibis Slipi Jakarta, Rabu (22/5) dan Kamis (23/5). Tujuan pelaksanaan lokakarya ini adalah untuk menyusun sistem pelayanan sosial dan kesehatan PMI kepada masyarakat.
Sebanyak 38 oraang yang terdiri dari Fasilitator, Peserta dan Narasumber bediskusi, melaksanakan curah pendapat dan melakukan presentasi mengenai sistem dan strategi jangka panjang terkait pelayanan sosial serta program kesehatan masyarakat.
Kepala Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI dr. M. Arfan F menjelaskan tujuan lain pelaksanaan lokakarya ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan PMI dalam upaya pengurangan resiko kesehatan berbasis masyrakat. “Semoga dengan lokakarya ini akan tersusun draft model sistem pelayanan sosial dan kesehatan PMI kepada masyarakat, sehingga PMI dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial dan kesehatan” ungkap dr. M. Arfan F.
Setelah Lokakarya ini peserta yang mewakili beberapa provinsi (DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Aceh dan Jambi) diharapkan dapat menindaklanjuti hasil rekomendasi pembelajaran yang didapat dan merumuskan rencana jangka panjang PMI di bidang pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Sejak Tahun 1999, PMI lebih terfokus pada kesehatan masyarakat dengan mengembangkan beberapa pilot project di daerah-daerah. Dalam empat tahun mendatang (2012-2015) PMI memiliki komitmen untuk mengembangkan kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat (CBHFA), menjadikan CBHFA sebagai alat bantu untuk meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela, mengembangkan kerjasama dengan perusahan di Indonesia untuk memaksimalkan donor domestik yang siap membantu masalah kesehatan di daerah-daerah target dan mengembangkan keahlian dan proyek-proyek spesifik seperti HIV/AIDS, wabah dan Epidemi.
Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan PMI adalah pendekatan berbasis masyarakat yang terpadu diamana relawan PMI bekerja bersama dengan masyarakat dalam pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana. Melalui pendekatan terpadu ini, berbagai aspek kerentanan dan resiko dapat kita ketahui dan tangani.
Info lebih lanjut: dr. M. Arfan Fathurochman, Kepala Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI : 0816 169 6881. Dewi Ariyani, Staf Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI: 0813 1878 1287 Email:pmi@pmi.or.id
Sabtu, 25 Mei 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda
PMI Laksanakan Simulasi ERT Watsan
Peserta kegiatan ini merupakan relawan PMI terpilih dari 18 provinsi di Indonesia yang sebelumnya sudah mengikuti Pelatihan Dasar dan Spesialisasi Tim Respon Darurat (ERT) Air dan Sanitasi (WATSAN) PMI. Simulasi ini memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman bagi peserta sehingga dapat beroperasi dengan kinerja yang efektif dan efisien sebagai satu kesatuan tim support operasional teknis yang solid sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Watsan dan Promosi Kesehatan PMI.
Terkait dengan misi operasi yang biasa di emban oleh Tim Watsan PMI, kegiatan Simulasi ini dilaksanakan selama tujuh hari. Hari pertama Simulasi telah dilaksanakan di Gudang PMI Jatinangor dengan memberikan pembekalan materi, pembentukan tim Watsan serta briefing skenario dari panitia penyelenggara untuk peserta. Melalui skenario yang telah di desain PMI, implementasi dari kegiatan ini memiliki tujuan memberikan pengalaman operasional bagi peserta ketika mengemban misi penanggulangan bencana yang sesungguhnya.
Pada hari kedua, divisi tim yang telah terbentuk kemudian digerakan menuju wilayah skenario bencana dalam beberapa fase keberangkatan. Mobilisasi ini juga melibatkan Tim Relawan PMI Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya terpadu dalam melakukan simulasi dan koordinasi lapangan di tempat terjadinya bencana.
Kegiatan Simulasi masih berlangsung di desa Tanjung Karya, dengan melibatkan peran serta masyarakat setempat. Secara praktis kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi dan promosi PMI bagi masyarakat setempat sehingga memiliki pengetahuan dan reaktif ketika menghadapi bencana.
Hasil akhir dari Kegiatan Simulasi ini diharapkan dapat memberikan proses pembelajaran dan pengalaman bersama bagi peserta dan PMI secara internal terutama dalam hal koordinasi lapangan antara tiga komponen pelayanan bidang air, sanitasi dan promosi kesehatan Watsan secara terpadu.
Informasi lebih lanjut: Taufik Jeremias, Kepala Sub Kesehatan Darurat, 08159211617
Kontak Media, Anggun Permana Sidiq, Hp.0856 97777 313. Email: pmi@pmi.or.id
Source: http://pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=1011
Kamis, 23 Mei 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda
PMI dan Medquest Bangun Pabrik Fraksionasi Plasma
Untuk memenuhi kekurangan produk
plasma darah di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan
PT. Medquest akan melakukan kerjasama untuk pembangunan pabrik
fraksionasi plasma di Indonesia. Kerjasama ini akan dikukuhkan dalam
Nota Kesepahaman (MoU) antara PMI dengan PT. Medquest Jaya Global pada
Rabu (15/5) 2013 di Hotel Dharmawangsa.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla dengan Managing Director PT. Medquest Jaya
Global, Nanik S.H Gunawan.
Dalam penandatanganan ini, Jusuf Kalla
mengaku cukup senang dengan kerjasama ini. “Selama ini, Indonesia masih
mengimpor dari berbagai negara dengan harga mahal, diharapkan dengan
adanya fasilitas pengolahan plasma darah ini, akan menghasilkan produk
plasma seperti Faktor VIII, Faktor IX, Albumin dan Imunoglobulin. Dan
saya harapkan harga produk plasma di Indonesia dapat ditekan sampai 50
persen,” jelasnya.
Sementara itu, dr.Farid Husain, Sp.
Bd, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial, Rumah Sakit PMI dan
Unit Donor Darah, PMI mengatakan, “hampir 20 persen penduduk Indonesia
endemis penyakit Hepatitis B dan C, yang apabila melakukan satu kali
transfusi Albumin dapat dikenakan biaya sekitar Rp. 1 Juta. Kan sangat
mahal, kami harap nanti pasien yang membutuhkan dapat membeli dengan
harga murah,” paparnya.
Sedangkan Managing Director, PT.
Medquest Jaya Global, mengatakan, kami sangat senang bekerjasama dengan
PMI dalam pembentukan pabrik fraksionasi plasma ini, dan saya harap,
kerjasama dengan PMI dapat berlanjut ke dalam bentuk kerjasama lainnya,”
ujarnya.
Saat ini di Indonesia, darah yang
telah disumbangkan oleh para pendonor dipisah-pisahkan menjadi beberapa
komponen, di antaranya, sel darah merah pekat, trombosit dan plasma.
Akan tetapi, penggunaan plasma untuk terapi hanya sekitar 30 persen,
sehingga plasma yang tersisa, jika usianya habis terpaksa harus
dimusnahkan.
Melihat fenomena ini, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, telah memtuskan untuk dapat memanfaatkan plasma sisa tersebut, melalui teknologi pemisahan protein yang dikenal dengan fraksionasi, yang akan dilakukan bersama antara PMI dengan PT. Medquest Jaya Global.
Melihat fenomena ini, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, telah memtuskan untuk dapat memanfaatkan plasma sisa tersebut, melalui teknologi pemisahan protein yang dikenal dengan fraksionasi, yang akan dilakukan bersama antara PMI dengan PT. Medquest Jaya Global.
Setelah penandatanganan Nota
Kesepahaman ini, nantinya PMI bersama PT. Medquest Jaya Global akan
mendirikan PT. Bersama dengan memperhatikan aspek medico legal dengan
Kementrian Kesehatan dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan).
Informasi Lebih Lanjut: Kepala
Biro Humas Markas Pusat PMI, Aulia Arriani, HP: 0816 795 379. Kontak
Media, Anggun Permana Sidiq, HP: 0856 9777 7313. Email: pmi@pmi.or.id
Source: http://pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=1010