Tampilkan postingan dengan label Lokakarya. Tampilkan semua postingan
PMI Bersiap dalam Penanganan Konflik
|
Senin, 18 November 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda
PMI Bangun Sejumlah Fasilitas Warga di Kabupaten Malang
Sebagai bentuk bakti kemanusiaan ke masyarakat dalam ajang Temu Karya Nasional V Relawan PMI yang akan di Selorejo, sebanyak 300 relawan Malang Raya membuat jalan rabat beton sepanjang 2.925 meter di 3 desa, yaitu Desa Purworejo, Pandansari, Sidodadi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pembuatan jalan rabat beton ini dikarenakan adanya kebutuhan warga untuk memiliki akses jalan yang lebih baik dan mudah.
Para relawan membuat jalan rabat beton dengan masing-masing panjang jalan yaitu Desa Purworejo 700 meter, Desa Pandansari 1.300 meter, dan Desa Sidodadi 925 meter. Pembuatan jalan mulai dilakukan relawan PMI sejak April 2013 bekerjasama dengan pihak TNI dan Polri. Diperkirakan jalan tersebut akan tuntas dibuat pada Minggu, 23 Juni atau satu hari menjelang pembukaan TKNV.
Dengan dibangunnya jalan rabat beton di 3 desa ini, masyarakat diharapkan akan memiliki akses jalan yang lebih mudah dan lebih baik menuju perkebunan yang menjadi mata pencaharian mereka. Selain itu, dengan akses jalanan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari kecelakaan di jalan.
“Kondisi jalan di Desa Purworejo, Pandansari, dan Sidodadi mengalami kerusakan, sehingga perlu diperbaiki karena merupakan akses jalur perekenomian hasil perkebunan warga,” kata Fajar Sumirat, Koordinator Bidang Karya.
Tidak hanya itu, dengan pembuatan jalan rabat beton ini, masyarakat akan memiliki jalan yang lebih baik sehingga diharapkan masyarakat dapat nyaman di jalan dan terhindar dari kecelakaan.
Dalam membuat jalan rabat beton ini, PMI bekerjasama dengan pihak pemerintah daerah setempat, terutama dalam hal pendanaan. Sementara masyarakat setempat berswadaya dengan menyediakan beberapa perlengkapan dan peralatan pembuatan jalan.
Di TKNV, para relawan yang merupakan kontingen Temu Karya akan terlibat untuk menuntaskan pembuatan jalan rabat beton sebagai bagian dari kegiatan Karya di masyarakat.
Pipanisasi Air Bersih dan Drainase
Tidak hanya jalan rabat beton, relawan PMI juga telah mulai membuat pipanisasi air bersih dan 2 bak penampungan air bagi warga di Desa Banturedjo, Kabupaten Malang sejak April lalu. Pipanisasi dan pembuatan bak penampuangan air ini untuk memberikan akses air bersih yang lebih mudah ke masyarakat.
Tidak hanya jalan rabat beton, relawan PMI juga telah mulai membuat pipanisasi air bersih dan 2 bak penampungan air bagi warga di Desa Banturedjo, Kabupaten Malang sejak April lalu. Pipanisasi dan pembuatan bak penampuangan air ini untuk memberikan akses air bersih yang lebih mudah ke masyarakat.
“Kami membuat pipanisasi sepanjang 1.5 kilometer dan menempatkan 2 bak penampungan air bagi warga di atas bukit dengan ketinggian 2.000 meter. Semoga pipanisasi dan adanya bak penampungan air ini berguna, sehingga warga tidak perlu lagi tadah hujan saat tidak terjadi curah hujan,” jelas Amirul Yasin, Panitia Bidang Karya.
Dengan akses air bersih ini, diharapkan masyarakat akan dapat melakukan aktivitas MCK dan memberikan air bersih bagi ternak-ternak mereka yang menjadi aktivitas keseharian.
Bakti kemanusiaan relawan PMI juga dilakukan dengan membuat drainase sepanjang 500 meter bersama warga di Desa Ngantru. Adanya drainase yang baik menjadi kebutuhan mendesak warga setempat, dikarenakan seringnya terjadi longsor.
“Desa Ngantru rawan dengan longsor. Kalau sudah longsor, drainase sering tertimbun tanah dan terjadi pendangkalan sehingga tidak dapat mengalirkan air,” kata Fajar Sumirat.
Dengan adanya drainase dengan lebar 60 cm ini akan menjadikan penataan lingkungan menjadi lebih baik, terutama mengurangi genangan air atau banjir saat musim hujan.
Informasi lebih lanjut: Ketua Panitia TKNV Relawan PMI 2013, Muhammad Muas, Hp. 0812 802 4807 atau dr. Lilis Wijaya, Kepala Divisi Relawan Markas Pusat PMI, Hp. 0878 8181 8465. Kontak Media: Kepala Biro Humas Markas Pusat PMI, Aulia Arriani, Hp. 0816 795 379.
Selasa, 18 Juni 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda
PMI Bina dan Kembangkan Relawan melalui Temu Karya Nasional
| Dukungan Perusahaan Ternama Indonesia |
Ajang pembinaan dan pengembangan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) kembali digelar. Setelah diadakan di Banten pada 2008, kali ini Temu Karya Relawan PMI Nasional V 2013 (TKNV) akan berlangsung di kawasan Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan TKNV kali ini mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan ternama di Indonesia. Penandatanganan komitmen dukungan dari beberapa perusahaan rekanan PMI dilakukan hari ini antara pihak PMI Pusat yang diwakili oleh Ketua Umum, H. Muhammad Jusuf Kalla dengan Hary Tanoesoedibjo (CEO MNC Media), Rinaldi Sjarif (Vice President PT Panasonic Gobel Indonesia), Franciscus Welirang (Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk), Gandi Sulistiyanto (Managing Director Sinar Mas), Strasfiatri Auliana (Group Head Corporate Secretary PT Indosat Tbk), dan Natasha Anne Sidhu, (Marketing Director PT Santos Jaya Abadi).
Atas dukungan beberapa perusahaan ternama Indonesia dalam TKN V, M. Jusuf Kalla menyatakan hormat dan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
“Relawan telah menunjukkan darma baktinya pada bangsa dan negara. Mereka terjun di masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan rakyat dengan sukarela. Para relawan telah menjadi agen perubahan bagi masyarakat. Dukungan MNC Media, PT Panasonic Gobel Indonesia, PT Indofood Sukses MakmurTbk, Sinar Mas APP, PT Indosat Tbk dan Kopi Kapal Api sangat berarti dalam pengembangan dan pembinaan kualitas relawan PMI,” jelas Ketua Umum PMI Jusuf Kalla.
Di saat yang sama, Hary Tanoesoedibjo menyampaikan, adalah komitmen MNC Media untuk membantu pengembangan relawan PMI melalui jaringan media komunikasi miliknya.
“MNC Media sebagai media group terbesar dan terintegrasi se-Asia Tenggara akan mendukung penuh kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya aktivitas relawan PMI. Dukungan ini diwujudkan dengan menjadi media partner di mana melalui MNC Media kegiatan relawan PMI ini akan disosialisasikan sekaligus menggugah masyarakat luas untuk berperan aktif menjadi relawan,” ujar Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Group, selaku perwakilan mitra kerja.
"Sudah menjadi budaya Panasonic Gobel, sebagaimana induk perusahaan kami yang lahir di negara yang juga rawan bencana seperti di Indonesia, untuk senantiasa membantu gerakan-gerakan pemulihan bencana, seperti yang dilakukan PMI dengan para relawannya. Tidak mudah menjadi seorang relawan, pengorbanan sosial bahkan jiwa dibutuhkan dalam mengemban tugas sebagai relawan. Bagi kami relawan adalah Pahlawan. Kami bangga bisa membantu dan menjadi bagian utama dari kegiatan lima tahunan PMi ini. Semoga dengan TKN V ini, mampu mempererat silaturahmi antar relawan, meningkatkan standar kualitas ke jenjang yang lebih tinggi dan meningkatkan perannya sebagai salah satu agen pembangunan nasional," tegas Renaldi Sjarif, Vice President PT Panasonic Gobel Indonesia.
Sebagai bentuk implementasi dari salah satu pilar Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu Solidarity for Humanity, Indofood terus mendukung program donor darah yang diperuntukkan bagi kegiatan kemanusiaan melalui PMI.
"Di tahun 2012, tercatat 13.612 orang pendonor yang terdiri dari karyawan Indofood dan masyarakat sekitar operasional perusahaan dengan total akumulasi darah yang disumbangkan sekitar 4.659 liter darah", jelas Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses MakmurTbk.
“Adalah komitmen Sinar Mas untuk terus mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Para relawan memainkan peranan penting dalam kegiatan pemulihan pasca bencana. Membantu mengembangkan kualitas relawan PMI tentu saja menjadi salah satu perhatian kami dalam upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia,” jelas Gandi Sulistiyanto, Managing Director Sinar Mas.
Di lain pihak, (Strasfiatri Auliana, Indosat) menyatakan, sebagai warga negara Indonesia, Indosat berperan untuk tidak berpangku tangan dalam penanggulangan masalah bencana nasional. Peran aktif Indosat dalam pemulihan pasca bencana disalurkan dalam bentuk dukungan terhadap kegiatan TKN V yang bertujuan meningkatkan kualitas para relawan.
“Atas nama perusahaan, saya sampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada PMI dan seluruh relawan PMI atas sepak terjangnya selama ini,” tambah Strasfiatri Auliana, Group Head Corporate Secretary PT Indosat Tbk.
Juga sebagai salah satu pendukung utama kegiatan TKN V, Kopi Kapal Api menyatakan, pihaknya pun selalu berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan.
“PMI menjadi salah satu faktor kunci dalam dalam kegiatan kemanusiaan. Sementara Relawan PMI adalah ujung tombak pemulihan pasca bencana. Perusahaan dan segenap karyawan kami mendukung kegiatan peningkatan kualitas relawan PMI ini sepenuh hati,” jelas Natasha Anne Sidhu, Marketing Director PT Santos Jaya Abadi.
Temu Karya Relawan PMI Nasional V, 2013
Temu Karya Nasional V akan mengangkat tema “Relawan sebagai Agen Perubahan”. Selama kegiatan, mereka akan mengikuti empat kegiatan besar (Temu, Karya, Pengembangan Kapasitas, dan Persahabatan) merupakan rangkaian ajang pembinaan dan pengembangan, seperti pertemuan relawan, bakti relawan di masyarakat, hingga pertukaran budaya dan seni.
Temu Karya akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Budiono pada Senin (24/6) pukul 09.00 di Selorejo, Malang, akan diikuti oleh sekitar 3 ribu relawan PMI se Indonesia dan 64 relawan dari 16 negara asing. Antara lain Singapura, Vietnam, Arab Saudi, Jepang dan Italia. Malaysia menjadi kontingen relawan luar negeri terbesar dengan mengirimkan 19 relawan untuk terjun dalam ajang lima tahunan ini.
“Relawan dari latar belakang budaya, minat, dan pendidikan yang berbeda akan bertemu dan berpartisipasi aktif dalam Temu Karya. Mereka akan saling mengembangkan diri, bertukar pengalaman, belajar dari ketrampilan masing-masing, dan mengekspresikan potensi serta kreativitas mereka,” kata Ketua Panitia TKN V Relawan PMI, Muhammad Muas.
Di Temu Karya kali ini, PMI melibatkan pihak kementerian untuk terlibat dalam kegiatan sarasehan dan membahas topik yang terkait dengan relawan. Menteri Koperasi & Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan direncanakan hadir, selain kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan, Linda Amalia Sari Gumelar, yang akan berbagi informasi mengenai kesetaraan gender dalam penanggulangan bencana, anti kekerasan dan diskriminasi.
Di Temu Karya kali ini, PMI melibatkan pihak kementerian untuk terlibat dalam kegiatan sarasehan dan membahas topik yang terkait dengan relawan. Menteri Koperasi & Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan direncanakan hadir, selain kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan, Linda Amalia Sari Gumelar, yang akan berbagi informasi mengenai kesetaraan gender dalam penanggulangan bencana, anti kekerasan dan diskriminasi.
Hingga saat ini PMI memiliki relawan yang tersebar di Indonesia yang terdiri atas Korps Sukarela (KSR) sebanyak 32.568 orang, Tenaga Sukarela (TSR) sebanyak 19.294 orang dan Donor Darah Sukarela (DDS) sebanyak 893.381. Dengan jumlah ini PMI merupakan organisasi jumlah relawan terbanyak dari 188 anggota perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di dunia.
Untuk informasi lebih lanjut: Ketua Panitia TKNV Relawan PMI 2013, Muhammad Muas, Hp. 0812 802 4807 atau dr. Lilis Wijaya, Kepala Divisi Relawan Markas Pusat PMI, Hp. 0878 8181 8465. Kontak Media: Kepala Biro Humas Markas Pusat PMI, Aulia Arriani, Hp. 0816 795 379.
Kamis, 13 Juni 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda
PMI Laksanakan Lokakarya Jangka Panjang Yansos dan Kesmas
Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan Lokakarya Penyusunan Strategi Jangka Panjang Pelayanan Sosial dan Program Kesehatan Masyarakat di Hotel Ibis Slipi Jakarta, Rabu (22/5) dan Kamis (23/5). Tujuan pelaksanaan lokakarya ini adalah untuk menyusun sistem pelayanan sosial dan kesehatan PMI kepada masyarakat.
Sebanyak 38 oraang yang terdiri dari Fasilitator, Peserta dan Narasumber bediskusi, melaksanakan curah pendapat dan melakukan presentasi mengenai sistem dan strategi jangka panjang terkait pelayanan sosial serta program kesehatan masyarakat.
Kepala Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI dr. M. Arfan F menjelaskan tujuan lain pelaksanaan lokakarya ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan PMI dalam upaya pengurangan resiko kesehatan berbasis masyrakat. “Semoga dengan lokakarya ini akan tersusun draft model sistem pelayanan sosial dan kesehatan PMI kepada masyarakat, sehingga PMI dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial dan kesehatan” ungkap dr. M. Arfan F.
Setelah Lokakarya ini peserta yang mewakili beberapa provinsi (DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Aceh dan Jambi) diharapkan dapat menindaklanjuti hasil rekomendasi pembelajaran yang didapat dan merumuskan rencana jangka panjang PMI di bidang pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Sejak Tahun 1999, PMI lebih terfokus pada kesehatan masyarakat dengan mengembangkan beberapa pilot project di daerah-daerah. Dalam empat tahun mendatang (2012-2015) PMI memiliki komitmen untuk mengembangkan kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat (CBHFA), menjadikan CBHFA sebagai alat bantu untuk meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela, mengembangkan kerjasama dengan perusahan di Indonesia untuk memaksimalkan donor domestik yang siap membantu masalah kesehatan di daerah-daerah target dan mengembangkan keahlian dan proyek-proyek spesifik seperti HIV/AIDS, wabah dan Epidemi.
Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan PMI adalah pendekatan berbasis masyarakat yang terpadu diamana relawan PMI bekerja bersama dengan masyarakat dalam pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana. Melalui pendekatan terpadu ini, berbagai aspek kerentanan dan resiko dapat kita ketahui dan tangani.
Info lebih lanjut: dr. M. Arfan Fathurochman, Kepala Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI : 0816 169 6881. Dewi Ariyani, Staf Divisi Kesehatan Markas Pusat PMI: 0813 1878 1287 Email:pmi@pmi.or.id
Sabtu, 25 Mei 2013
Posted by KSR PMI Kota Samarinda